Pendahuluan
Pendidikan Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya Betawi kepada generasi muda. Di kelas 3 semester 2, siswa diajak untuk menggali lebih dalam berbagai aspek budaya Betawi, mulai dari seni pertunjukan, kuliner, hingga tradisi dan adat istiadat. Pemahaman yang baik tentang PLBJ akan menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Betawi, serta memperkuat identitas diri sebagai warga Jakarta.
I. Seni Pertunjukan Betawi

Seni pertunjukan Betawi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jakarta. Berbagai jenis seni pertunjukan, seperti lenong, ondel-ondel, tanjidor, dan gambang kromong, memiliki ciri khas dan makna tersendiri.
- Lenong:
- Pengertian dan Sejarah: Lenong adalah seni teater tradisional Betawi yang menggabungkan unsur komedi, drama, dan musik. Lenong diperkirakan telah ada sejak abad ke-19 dan awalnya dimainkan di kalangan masyarakat Betawi pinggiran.
- Jenis-jenis Lenong: Terdapat dua jenis lenong, yaitu lenong denes (lenong bangsawan) dan lenong preman. Lenong denes menggunakan bahasa Betawi halus dan menceritakan kisah-kisah kerajaan atau bangsawan, sedangkan lenong preman menggunakan bahasa Betawi kasar dan menceritakan kisah-kisah kehidupan sehari-hari.
- Unsur-unsur Lenong: Lenong terdiri dari beberapa unsur, yaitu lakon (cerita), pemain, musik pengiring, dan properti. Lakon lenong biasanya mengandung pesan moral dan kritik sosial. Pemain lenong harus memiliki kemampuan akting, vokal, dan improvisasi yang baik. Musik pengiring lenong menggunakan alat musik tradisional Betawi, seperti gambang kromong, rebab, dan kendang. Properti lenong disesuaikan dengan lakon yang dimainkan.
- Ondel-ondel:
- Pengertian dan Fungsi: Ondel-ondel adalah boneka raksasa yang menjadi ikon budaya Betawi. Ondel-ondel biasanya ditampilkan dalam acara-acara perayaan, seperti pernikahan, khitanan, dan festival. Ondel-ondel berfungsi sebagai penolak bala dan pembawa keberuntungan.
- Ciri-ciri Ondel-ondel: Ondel-ondel memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dan terbuat dari bambu yang dianyam. Wajah ondel-ondel biasanya dicat dengan warna merah (untuk laki-laki) atau putih (untuk perempuan). Ondel-ondel laki-laki biasanya mengenakan pakaian berwarna cerah dan membawa golok, sedangkan ondel-ondel perempuan biasanya mengenakan kebaya dan membawa selendang.
- Musik Pengiring Ondel-ondel: Ondel-ondel biasanya diiringi oleh musik tanjidor atau musik Betawi lainnya. Musik pengiring ondel-ondel berfungsi untuk memeriahkan suasana dan menarik perhatian penonton.
- Tanjidor:
- Pengertian dan Sejarah: Tanjidor adalah orkes musik tradisional Betawi yang menggunakan alat musik tiup, seperti trompet, klarinet, dan saksofon. Tanjidor diperkirakan berasal dari pengaruh musik Eropa yang dibawa oleh bangsa Portugis pada abad ke-16.
- Fungsi Tanjidor: Tanjidor biasanya dimainkan dalam acara-acara perayaan, seperti pernikahan, khitanan, dan festival. Tanjidor juga sering dimainkan untuk mengiringi ondel-ondel atau pertunjukan seni Betawi lainnya.
- Alat Musik Tanjidor: Alat musik yang digunakan dalam tanjidor antara lain trompet, klarinet, saksofon, tuba, drum, dan simbal.
- Gambang Kromong:
- Pengertian dan Sejarah: Gambang kromong adalah orkes musik tradisional Betawi yang menggunakan alat musik gambang, kromong, dan alat musik lainnya. Gambang kromong diperkirakan berasal dari pengaruh musik Tionghoa yang dibawa oleh pedagang Tionghoa pada abad ke-17.
- Fungsi Gambang Kromong: Gambang kromong biasanya dimainkan dalam acara-acara perayaan, seperti pernikahan, khitanan, dan festival. Gambang kromong juga sering dimainkan untuk mengiringi tari-tarian Betawi atau pertunjukan seni Betawi lainnya.
- Alat Musik Gambang Kromong: Alat musik yang digunakan dalam gambang kromong antara lain gambang, kromong, rebab, kendang, gong, dan kecrek.
II. Kuliner Betawi
Kuliner Betawi sangat beragam dan kaya akan cita rasa. Beberapa makanan khas Betawi yang populer antara lain nasi uduk, soto Betawi, kerak telor, dan dodol Betawi.
- Nasi Uduk:
- Pengertian dan Bahan-bahan: Nasi uduk adalah nasi yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah, seperti serai, daun salam, dan lengkuas. Nasi uduk biasanya disajikan dengan lauk pauk, seperti ayam goreng, tahu, tempe, telur, dan sambal.
- Cara Membuat Nasi Uduk: Cara membuat nasi uduk cukup mudah. Pertama, beras dicuci bersih dan direndam selama beberapa jam. Kemudian, beras dimasak dengan santan dan rempah-rempah hingga matang. Nasi uduk biasanya disajikan dengan taburan bawang goreng dan kerupuk.
- Soto Betawi:
- Pengertian dan Bahan-bahan: Soto Betawi adalah soto yang menggunakan santan dan susu sebagai kuahnya. Soto Betawi biasanya berisi daging sapi, jeroan, kentang, dan emping.
- Cara Membuat Soto Betawi: Cara membuat soto Betawi cukup rumit. Pertama, daging sapi dan jeroan direbus hingga empuk. Kemudian, bumbu-bumbu soto, seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, dan kunyit, ditumis hingga harum. Bumbu-bumbu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rebusan daging dan ditambahkan santan dan susu. Soto Betawi biasanya disajikan dengan taburan daun bawang dan emping.
- Kerak Telor:
- Pengertian dan Bahan-bahan: Kerak telor adalah makanan khas Betawi yang terbuat dari beras ketan, telur, ebi, dan bumbu-bumbu lainnya. Kerak telor dimasak di atas wajan kecil dengan api arang.
- Cara Membuat Kerak Telor: Cara membuat kerak telor cukup unik. Pertama, beras ketan direndam selama beberapa jam. Kemudian, beras ketan dicampur dengan telur, ebi, dan bumbu-bumbu lainnya. Campuran tersebut kemudian dimasak di atas wajan kecil dengan api arang. Kerak telor dibalik-balik hingga matang dan kering.
- Dodol Betawi:
- Pengertian dan Bahan-bahan: Dodol Betawi adalah makanan manis khas Betawi yang terbuat dari tepung beras ketan, gula merah, santan, dan garam. Dodol Betawi biasanya dibuat saat acara-acara perayaan, seperti Lebaran dan pernikahan.
- Cara Membuat Dodol Betawi: Cara membuat dodol Betawi cukup lama dan membutuhkan kesabaran. Pertama, tepung beras ketan dicampur dengan gula merah, santan, dan garam. Campuran tersebut kemudian dimasak di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan menjadi dodol. Proses memasak dodol Betawi bisa memakan waktu hingga berjam-jam.
III. Tradisi dan Adat Istiadat Betawi
Masyarakat Betawi memiliki berbagai tradisi dan adat istiadat yang unik dan menarik. Beberapa tradisi dan adat istiadat Betawi yang masih dilestarikan hingga saat ini antara lain palang pintu, ngebubur, dan lebaran Betawi.
- Palang Pintu:
- Pengertian dan Tujuan: Palang pintu adalah tradisi pernikahan Betawi yang dilakukan saat mempelai pria akan memasuki rumah mempelai wanita. Palang pintu bertujuan untuk menguji kemampuan mempelai pria dalam membaca Al-Qur’an dan berbalas pantun.
- Prosesi Palang Pintu: Prosesi palang pintu biasanya diawali dengan kedatangan rombongan mempelai pria di depan rumah mempelai wanita. Kemudian, seorang perwakilan dari rombongan mempelai pria akan berbalas pantun dengan seorang perwakilan dari pihak mempelai wanita. Setelah berbalas pantun, mempelai pria harus menunjukkan kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an. Jika mempelai pria berhasil melewati semua ujian, maka ia diperbolehkan masuk ke rumah mempelai wanita.
- Ngebubur:
- Pengertian dan Tujuan: Ngebubur adalah tradisi membuat dan membagikan bubur asyura pada tanggal 10 Muharram. Bubur asyura adalah bubur yang terbuat dari berbagai macam bahan, seperti beras, kacang-kacangan, sayuran, dan daging. Ngebubur bertujuan untuk memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa Nabi Nuh selamat dari banjir bandang.
- Prosesi Ngebubur: Prosesi ngebubur biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh warga kampung. Bahan-bahan untuk membuat bubur asyura dikumpulkan secara sukarela oleh warga. Kemudian, bubur asyura dimasak secara gotong royong di masjid atau di tempat terbuka. Setelah matang, bubur asyura dibagikan kepada seluruh warga kampung.
- Lebaran Betawi:
- Pengertian dan Tujuan: Lebaran Betawi adalah acara perayaan Idul Fitri yang diadakan oleh masyarakat Betawi. Lebaran Betawi bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga Betawi dan melestarikan budaya Betawi.
- Rangkaian Acara Lebaran Betawi: Rangkaian acara Lebaran Betawi biasanya meliputi pawai budaya, pertunjukan seni Betawi, bazar makanan dan minuman khas Betawi, serta berbagai macam lomba tradisional.
IV. Pelestarian Budaya Betawi
Pelestarian budaya Betawi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat Jakarta, termasuk siswa sekolah. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya Betawi, antara lain:
- Mempelajari dan Mempraktikkan Seni Pertunjukan Betawi: Siswa dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni tari Betawi, seni musik Betawi, atau teater Betawi.
- Mencicipi dan Mempromosikan Kuliner Betawi: Siswa dapat mencoba berbagai macam makanan khas Betawi dan mengajak teman-teman atau keluarga untuk mencicipinya.
- Mengikuti dan Berpartisipasi dalam Tradisi dan Adat Istiadat Betawi: Siswa dapat mengikuti acara palang pintu, ngebubur, atau Lebaran Betawi.
- Menggunakan Bahasa Betawi dalam Kehidupan Sehari-hari: Siswa dapat belajar dan menggunakan bahasa Betawi dalam percakapan sehari-hari dengan teman-teman atau keluarga.
- Mendukung Produk-produk Kerajinan Tangan Betawi: Siswa dapat membeli produk-produk kerajinan tangan Betawi, seperti batik Betawi, ondel-ondel, atau miniatur rumah Betawi.
Kesimpulan
PLBJ kelas 3 semester 2 memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya Betawi kepada siswa. Dengan mempelajari seni pertunjukan, kuliner, tradisi, dan adat istiadat Betawi, siswa diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Betawi, serta berpartisipasi aktif dalam upaya pelestariannya. Pemahaman dan pelestarian budaya Betawi merupakan investasi penting untuk menjaga identitas dan kekayaan budaya Jakarta.
